Minggu, 11 April 2010

Teknik Memberikan Komentar (Commenterary Techniques)

Dalam pemanduan kemampuan berbicara itu diarahkan untuk penguasaan memberikan komentar terhadap segala sesuatu yang menarik wisatawan selama mengadakan perjalanan.
Komentar yang baik dalam pemanduan harus mampu :
 Memberikan rangsangan untuk meningkatkan perhatian
 Memperjelas objek yang dibicarakan
 Berkelanjutan tidak merupakan pembicaraan yang terpenggal-penggal
Sebuah komentar dalam pemanduan merupakan :
 Suatu ide yang jelas dan menyatu
 Analisis dengan memakai metoda yang disusun secara logic
 Suatu ekspresi ide yang sederhana, jelas dan intensif
 Pembicaraan merupakan:
• Dialog dua arah yang convergen
• Tidak ada monopoli
• Diucapkan dengan penuih variasi (intonasi, irama, nada, kata-kata, alat bantu atau pertanyaan)

Sistematika komentar hendaknya terdiri dari tahapan pembicara sebagai berikut :
 Dimulai dengan "intro"
 Baru masuk kepda subyek yang menjadl "point of interest"
• Apa spesialisasinya
• Berikan aksentualisasinya
• Carikan bahan perbandingan/komparatifnya
 Penjelasan/penekanan dengan pengulangan
 Penutup termasuk kesimpulan/harapan
Strategi presentasi komentar perlu direncanakan terlebih dahulu, agar komentar yang diberikan mengenai sasaran yang dikehendaki. Langkah-langkah berikut ini perlu diperhatikan dalam peraturan strategi presentasi komentar :
 Penguasaan yang baik mengenal subjek yang akan dikomentari
 Pengaturan/penjatahan waktu yang diperlukan untuk komentar
 Merangkaikan komentar dalamsuatu kesatuan presentasi dalam sequence yang baik
 Presentasi dapat direncanakan secara
• Presentasi tabel
• Presentasi grafik
• Presentasi gabungan tabel dengan geografi
Perlu diperhatikan bahwa selama mengadakan perjalanan wisata pembicaraan pramuwisata itu tidak semuanya bersifat komentar, ada juga pembicaraan yang non - komentar tetapi semuanya tentu tetap berada dalam kaidah cara berbicara yang baik.
Beberapa hambatan yang mempengaruhi kegagalan komentar sebagai komunikasi pramuwisata dengan wisatawan :
 Mempergunakan simbol yang tidak/kurang komunikatif
 Bertingkah laku yang salah/tidak wajar
 Kekurangan waktu pemahaman
 Gangguan lingkungan
 Latar belakang yang berbeda.

Berbicara Dihadapan Umum

Berbicara didepan public tentu saja tidak seperti melakukan pembicaraan biasa, apalagi pembicaraan ini merupakan tugas pemanduan, suatu pembicaraan yang dibebani dengan suatu objektivitas yang jelas memberikan pelayanan kepada seseorang yang sedang mengadakan perjalanan.
Yang paling utama pembicara dalam hal ini pramuwisata harus percaya diri sendirio terutama terhadap kemampuannya. Untuk kepentingan tersebut, perlu melakukan persiapan, menguiasai materi dan ada tujuan. Beberapa hal berikut ini merupakan patokan-patokan yang wajar dari tingkah laku seseorang sebagai pembicara dihadapan umum:
1. Mempunyai perasaan tenteram berada dihadapan umum, keadaan ini sudah dengan dapat diwujudkan bila sipembicara :
 Selalu mempersiapkan diri
 Mempunyai perasaan tidak sendirian
 Mempunyai kebanggan bahwa pariwisata itu merupakan tantangan baginya
 Berpikiran jernih bahwa audience itu kawan anda
 Konsentrasi penuh kepada subjek pembicaraan
 Hilangkan ketegangan anda dan pakailah kekuatan extra
 Berprestasilah semaksimal mungkin
 Perhatikan bahwa ada hari esok
 Kenali diri anda yang sejati
2. Mempunyai konsep komunikasi dengan satu tujuan yang jelas, penuh vitalitas, menarik, antusias dan hidup.
3. Hindarilah kesalahan-kesalahan yang umum seperti :
 Mengucapkan kata-kata yang berlebihan, misalnya : ucapan “er” yang panjang, “es” yang dikeraskan dsb
 Memulai dengan meminta maaf
 Menjadi seorang peniru
 Memulai dengan rasa cemas dan gelisah
 Kehilangan kontak dengan audience
 Memakai kata-kata / bahasa golongan tertentu
 Memakai ungkapan atau kata-kata yang tidak adaartinya

Cara Berbicara

1. Ucapkan yang jelas tidak perlu cepat
2. Nada, irama dan intonasi tidak perlu tinggi atau rendah
3. Tidak memberikan kesan marah atau jengkel
4. Memperhatikan factor pendengar, apakah induvidu atau group
5. Mempertimbangkan atensi pendengar, biasakan melakukan tes penmahaman
6. Mampu mengatasi atau mengeliminasi suara yang kurang baik, yang disebabkan oleh:
 Kekurangan karena factor fisik
 Kesehatan jasmani
 Temperamen serta bawaan pribadi
 Pengaruh lingkungan

Sikap Pemandu Selama Berbicara

1. Mempunyai penampilan yang baik selama berbicara
 Penampilan postur tubuh
 Gerakan selama berbicara (badan, tangan, muka dll)
 Temu pandang dengan audience
 Pemakaian alat bantu
2. Bersikap wajar tidak berlebihan
3. Menunjukan mampu bersikap
 Mempunyai perhatian
 Ingin berkawan
 Selalu “senyum”
 Gerakan yang hidup
 Fleksibel
 Taktis
 Sopan
4. Menunjukan mampu mencegah bersikap
 Terlalu dogmatis
 Merasa paling tahu/benar
 Terlalu beragumentasi
 Lesu kurang vitalitas
 Memuji-muji yang berlebihan
 Egoistis
 Menggerutu

SUB – SISTEM KOMUNIKASI DALAM

DALAM SISTEM TEKNIK PEMANDUAN

Sub – system ini merupakan sub – system yang menentukan keterampila seseorang pramuwisata dalam pelayanan kepada wistawan, pengusaan keterampilan nampak sekali, merupakan performansi yang mudah diamati.
Seperti diketahui inti sari tugas pramuwisata dalam perjalanan wista itu, adalah :
1. pembimbing perjalanan
2. memberikan penerangan tengan perjalanan
3. memberikan saran pada wistawan tentang perjalanan
4. memperkenalkan sesuatu yang dijumpai dalam perjalanan
memperhatikan tugas pramuwisata ini jelas sekali bahwa komunikasi itu merupakan sesuatu yang mutlak perlu diwujudkan.
Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu transmisi dari informasi dan pengertian antara pramuwisata dengan melalui symbol yang umum dipergunakan orang, baik secara verbal atau nonverbal.
Symbol – symbol itu dapat berupa :
1. Bahasa, tertulis atau diucapkan
2. gambar, wujud asli (potret), sketsa atau lambing
3. benda atau objek, sebagai peraga
4. mimic, gerak muka yang memberikan isyarat
5. Gerak anggota tubuh, atau pun tubuh sendiri
Objektif dari komunikasi pada teknik pemanduan, adalah ingin mencapai agar wistawan :
1. dapat memahami maksud dari komunikasi, komunikasi mempunyai arti
2. memperoleh pengetahuan dari komunikasi
3. dapat melakukan sesuatu atas perintah komunikasi
4. menerima ide atau saran pramuwisata yang di sampaikan lewat komunikasi
Untuk dapat mencapai komunikasi yang diinginkan, beberapa teknik komunikasi perlu di kuasai pramuwisata. Proses komunikasi pada umumnya tercapai dari dua teknik yang dikembangkan yaitu :
1. tekink yang nampak : a. Kata – kata atau bahasa
b. Tindakan atau perbuatan
c. Media atau Metoda
d. Citra masyarakat
2. Teknik yang tidak nampak : a. kebijaksanaan organisasi
b. Pikiran dan emosi diri
c. Falsafah hidup
d. Etika
keberhasilan susatu tindakan sangat ditentukan oleh perencanaan yang telah dipersiapkan, begitu pula dalam komunikasi pemandunan ini, bila ingin berhasil baik perlu dbuat perencanaan terlebih dahulu, yang mencakup:
1. Tujuan yang ingin dicapai
2. Esensi Informasi dan outline-nya
3. Pertimbangan terhadap wisatawan sebagai sasaran
4. Simbol –simbola apa yang akan dipakai dalam media komunikasi
5. Kapan komunikasi ini akan dilakukan

Komunikasi yang berhasil akan merupakan pertukaran dari ide, pandangan, pengetahuan umum, pengalaman, serta perasaan. Dan ditempuh secara logis dan efektif.

Salah satu symbol komunikasi yang banyak dipergunakan dalam teknik pemanduan ialah bicara. Pembicaraan yang baik untuk teknik panduan akan dicapai bila pramuwisata mempunyai kemampuan:
1. Menentukan tujuan yang jelas
2. Memahami dan menyadari siapa yang jadi pendengar
3. Memakai teknik berbicara yang tepat dengan gahasa yang baik
4. Memperhatikan reaksi pemahaman pendengaran
5. Memberikan kesempatan bertanya atau menciptakan kalimat bertanya
6. Melakukan pengulangan atas hal-hal yang telah diucapkan
7. Menghargai opini wisatawan
8. Berlaku terbuka dan jujur